Monday, October 29, 2012
Sejarah Slackware
Slackware merupakan sistem
operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc.
Slackware merupakan salah satu distro awal, dan merupakan yang tertua yang
masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain,
serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.
Nama
"Slackware" berasal dari fakta bahwa distribusi ini dimulai sebagai
sebuah proyek pihak swasta tanpa komitmen apa-apa. Untuk mencegah proyek ini
menjadi terlalu serius pada awalnya, Volkerding memberi nama yang lucu itu,
yang kemudian tetap bertahan bahkan setelah Slackware menjadi
proyek serius.
proyek serius.
Kata
"Slack" (kendor) di Slackware merujuk pada istilah "Slack"
seperti yang digunakan oleh Gereja para SubGenius.
Sejarah
Slackware pada
awalnya keturunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari
distribusi Linux asli. SLS mendominasi pasar sampai para pengembang membuat
keputusan untuk mengganti format executable-nya dari a.out ke ELF. Ini
bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada saat itu.
Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang dia beri nama
Slackware. Rilis pertama Slackware, 1.00, diluncurkan pada tanggal
16 Juli 1993. Berupa sebuah citra 3½" floppy disk
yang tersedia melalui FTP.
Pada tahun 1999,
Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal ini
dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk menunjukkan
bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana
distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah melepas nomor 6 (seperti
Red Hat yang
merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan
3.1 ke 3.2 sebagaimana Slackware).Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini
tidak dihitung sebagai rilis resmi.
Pada tahun 2005,
lingkungan desktop GNOME
telah dihapus dari rilis yang akan diluncurkan, dan diserahkan kepada dukungan
komunitasnya. Penyingkiran GNOME dianggap oleh sebagian komunitas
Linux sebagai tindakan yang menggemparkan karena lingkungan desktop tersebut
banyak digunakan di distro-distro Linux. Sebagai balasan, beberapa proyek
berbasis komunitas mulai menawarkan distribusi GNOME lengkap untuk Slackware.
Filosofi Desain
Banyak pilihan
desain di Slackware dapat dilihat sebagai contoh dari prinsip KISS.
Dalam konteks ini, "sederhana" merujuk ke sudut pandang desain
sistem, dan bukannya kemudahan penggunaan. Kebanyakan perangkat lunak dalam
Slackware menggunakan mekanisme konfigurasi yang disediakan oleh penulis asli
masing-masing perangkat lunaknya; hanya sedikit mekanisme umum di distribusi
ini. Akibatnya, hanya terdapat beberapa perangkat GUI untuk mengkonfigurasi
sistem. Ini menyebabkannya kurang ramah pengguna. Kritikus menganggap instalasi
distribusi ini memakan waktu dan sulit dipelajari, sedangkan pendukungnya
menganggapnya fleksibel dan transparan serta menyukai pengalaman yang diperoleh
dari proses pembelajaran.
Maskot Slackware
Sistem manajemen
paket Slackware dapat menginstal, upgrade, dan menghapus paket dari sumber
lokal, tetapi tidak akan mencoba untuk melacak atau mengelola dependensi,
pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua
perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang
akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai
pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.
Paket-paket
Slackware adalah tarballs yang diringkas
secara gzip dan memakai nama file yang
berakhir dengan .tgz. Paket berisi file yang berupa bagian dari perangkat
lunak yang diinstal, serta file-file tambahan yang berguna untuk sistem manajer
paket Slackware. File yang berupa bagian dari perangkat lunak yang diinstal
tersebut akan diatur, sehingga bila diekstrak ke dalam direktori root, file-file tersebut akan
ditempatkan di lokasi instalasinya. File-file lain adalah file yang ditempatkan
di direktori install/ dalam paket.
Dua file yang
umumnya ditemukan di direktori install/, adalah file-file slack-desc dan doinst.sh.
File-file ini tidak ditempatkan langsung ke filesystem dengan cara yang sama
seperti yang file lain dalam paket. File slack-desc adalah file teks
sederhana yang berisi keterangan mengenai paket yang diinstal. Ini digunakan
ketika melihat paket menggunakan manajer paket. File doinst.sh
merupakan shell script yang biasanya
ditujukan untuk menjalankan perintah atau membuat perubahan yang tidak dapat dilakukan
dengan mengubah isi paket. Script ini dijalankan pada akhir instalasi sebuah
paket.
Dropline GNOME, GSB:
GNOME SlackBuild, GWARE
and Gnome-Slacky
adalah proyek-proyek yang ditujukan untuk menawarkan paket Slackware untuk GNOME. Proyek-proyek
ini muncul karena Slackware tidak resmi menyertakan GNOME, tetapi banyak
pengguna menginginkan GNOME terinstal tanpa harus melalui proses panjang dengan
mengkompilasinya dari kode sumber.
Proyek lain untuk
membangun GNOME adalah SlackBot, sistem skrip pembuatan
otomatis.
Di samping paket
repositori tidak resmi terdaftar di atas, ada proyek yang relatif baru yang
disebut SlackBuilds.org
yang bertujuan untuk menyediakan skrip pembuatan untuk mengkompilasi perangkat
lunak tambahan dan membuat paket Slackware.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment